|
Nusa Tomy Winata Gamang Berinvestasi di Sulawesi Tenggara TEMPO Interaktif, Kendari:Bos Grup Artha Graha Tomy Winata sempat gamang untuk melanjutkan investasi perusahaannya di Sulawesi Tenggara karena banyaknya protes dan penolakan masyarakat setelah terjadi penyerangan kantor Tempo. Setelah berdiskusi dengan sejumlah orang dekatnya, akhirnya ia menyatakan tetap akan melanjutkan investasinya itu. “Kesimpulan atas berbagai unjuk rasa yang muncul yakni apakah mereka yang menolak kehadiran investasi saya di Sultra sudah mewakili masyarakat setempat atau bukan, setelah ditelusuri ternyata hanya sebagian kecil saja,” kata Tomy. Menurut dia, kerja sama yang akan dia kembangkan dengan Universitas Haluoleo meliputi bidang pengembangan sumber daya manusia, visibility studi tentang usaha, pengembangan masyarakat, dan pembuatan master plan soal investasi Artha Graha di Sulawesi Tenggara. Selain itu, Artha Graha juga akan memberikan bantuan beasiswa bagi 150 mahasiswa S-1 yang masuk kategori terbaik. Dalam kunjungan ke Kendari itu, Tomy menolak tuduhan bahwa investasinya senilai Rp 300 miliar di Sulawesi Tenggara ada kaitannya dengan Gubernur Ali Mazi dan Kepala Polda Brigjen Tengku Ashikin Husein. Selama ini, ketiga orang tersebut dikenal memiliki hubungan dekat. ”Saya sengaja datang ke Sultra untuk berinvestasi karena melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di daerah ini,” katanya kepada Tempo News Room usai bertemu Kapolda di Kendari, Rabu (19/3). Tomy menjelaskan, sesuai hasil surveinya potensi alam Sulawesi Tenggara sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai produk ekspor yang bisa bersaing di luar negeri. Selain itu, kata dia, budaya masyarakatnya yang cukup terbuka pada pendatang seperti dirinya merupakan pendukung paling penting untuk pengembangan usaha. Menurut Tomy, investasi yang akan dikembangkannya di Sulawesi Tenggara bersifat jangka panjang. “Tapi Anda yakin saja tahun kelima atau ketujuh investasi yang saya tanamkan ini mulai akan memberikan hasil maksimal.” Dia menyebutkan, investasi yang akan dikembangkannya di provinsi ini antara lain bergerak pada bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, perhubungan, dan energi. Sesuai nota kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang ditandatangani 28 Februari 2003, untuk bidang pertanian Artha Graha akan membangun pabrik tepung tapioka di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kendari. Untuk bidang perkebunan, Artha Graha akan mengembangkan usaha ekspor kakao, mete, dan beberapa produk perkebunan unggulan lainnya. Pengembangan usaha kakao di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka, sedang mete di Kabupaten Muna. Artha Graha juga akan mengambil alih pengelolaan pabrik gula Sumber Madu Bukari di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Kendari. (Dedy Kurniawan-Tempo News Room) |